December 6, 2023

MANGGARAI BARAT – Slogan Presisi pada Kepolisian Resort Manggarai Barat bisa jadi dipertaruhkan. Bukan karena apa, tetapi tanah rakyat yang dugaannya akan diambil yang telah dilaporkan setahun lalu belum juga ada penetapan tersangka.

Ada dugaan – dugaan tekanan dari pihak penguasa untuk menghapus kasus ini agar tanah masyarakat Manggarai Barat bisa dikuasai dengan mudah. Pihak pemilik tanah berdasarkan silsilah ahli waris dari Ibrahim Hanta mengatakan bahwa ada kesepakatan persetujuan penerbitan sertifikat dokumen tanah tahun 2019 tersebut hanya ditanda-tangani oleh tiga orang saja.

Salah satu dari 3 orang tersebut yang menandatangani adalah Ibrahim Hanta, Ia diketahui telah meninggal pada tahun 1986, tentu ini merupakan tanda tanya besar dan kasus yang gamblang untuk diungkap oleh institusi kepolisian Manggarai Barat.

Dalam orasi saat demontrasi atau unjuk rasa keluarga besar Ibrahim Hanta menyebutkan bahwa mereka mendukung tegak aturan hukum yang ada untuk dibongkarnya kasus dugaan penipuan yang merekayasa terbitnya sertifikat dengan menggunakan orang yang sudah meninggal dunia.

Dari hal inilah Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi berkeadilan) bisa jadi dipertaruhkan untuk Kepolisian Manggarai Barat.

Laporan Polisi bernomor LP/II/240/IX/2022 Polres Mabar, Polda NTT pada 23 September 2022 dianggap belum bisa memberikan rasa keadilan dan patut diduga adanya tekanan dari pihak yang berkuasa untuk ikut campur dalam upaya penegakan hukum yang diorasikan oleh salah satu pendemo.

Massa yang bergerak dalam aksi tersebut berjumlah 350 orang lebih, yang dimana Mikael Mensen merupakan koordinator umum, koordinator lapangan adalah Stephanus Herzon dan Ferry Adu.

Spanduk yang dibentangkan bertuliskan,

1. Pemalsuan tanda tangan orang mati 1986.
2. Tanda tangan palsu sudah 1 tahun tersangka.
3. Victor Laiskodat PT. Mahanaim Group Hotel ST. Regist.
4. Tersangkakan laporan sudah 1 tahun berhenti.
5. Hotel ST. Regist PT. Mahanaim Group Erwin Kardiman S. Victor Laiskodat.
6. Mafia tanah dilabuan bajo tangkap !!! Hotel ST. Regist.

” Segera tetapkan tersangka dalam kasus pemalsuan tanda tangan dan penipuan berdasarkan laporan polisi nomor : LP/B/240/IX/2022 /POLRES MABAR /POLDA NTT pada tanggal 13 September 2022 “

” Jangan cederai keadilan masyarakat, ” teriak Stephanus Herzon dalam orasinya, Kamis (07/09/2023).

Ia juga menekankan kepada pihak kepolisian untuk mengambil sikap tegas terhadap kasus ini, jangan pernah takut terhadap tekanan penguasa lapar, pejabat rakus.

” Pak Kapolri, Pak Kapolres, Pak Kapolsek, Presiden Jokowi, Menkopolhukam dengarkanlah seruan hati kami terhadap mafia tanah yang ada saat ini, karena mafia tanah telah merusak tatanan kehidupan kami dan hilangkan hak – hak rakyat “

” Pemberantasan mafia tanah harus segera dilaksanakan, ” serunya.

Selain itu ada 4 orang kepala suku adat melaksanakan ritual adat didepan Kapolres dan jajaran Mapolres Manggarai Barat, dengan mantra bahasa kuno memanggil roh dan para leluhur untuk menyaksikan sumpah dalam memperoleh kebenaran atas hak tanah masyarakat.

Kepala suku adat itu sambil memakan tanah memberikan semangat kepada Kapolres untuk mampu mengungkapkan kasus yang melibatkan mafia tanah. Serta melaksanakan acara adat (Kepok/tuak adat) agar Kapolres dan jajaran berani mengungkap kasus yang diduga ditunggangi mafia tanah.

” Itu pemberian tuak adat adalah simbol agar saat para penjaga keadilan bila haus dapat meminum itu dan diberikan kekuatan dan keberanian dalam mengungkap kasus ini, ” ujar Ferry Adu.

Selesai melakukan orasi mereka diterima oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Ari Satmoko, S.H., S.I.K., M.M., didalam Aula.

Menemui Kapolres Manggarai Barat, saat diwawancarai mengatakan bahwa menyampaikan aspirasi yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat itu sah sah saja.

” Asal dilakukan dengan tertib dan tidak mengganggu kepentingan umum “

Ia mengatakan bahwa laporan yang ada itu sudah sejak lama sebelum dirinya menjabat di Mapolres Manggarai Barat.

” Kita sudah melakukan penyelidikan, memeriksa saksi – saksi yang sampai saat ini 16 (orang) dan bisa bertambah lagi, ini upaya kita membuat terang apakah ini merupakan tindak pidana atau bukan, ” ungkap Kapolres Ari Satmoko.

Dirinya memastikan bahwa kasus ini berjalan obyektif, faktual dan sesuai dengan temuan fakta – fakta di lapangan.

” Untuk sebutan Mapolres Manggarai Barat yang terlibat dengan mafia tanah jauh panggang dari api “

Ia menekankan bahwa apakah nantinya perbuatan tersebut termasuk perbuatan melawan hukum atau tidak.

” Kita fokus pada pelaporan di kami saja ya, ” pungkasnya kepada awak media. (Ray)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *